
Kisah Perjalanan Kami
Menempa keanggunan sejak 1930

Sang Penjaga Warisan
Salim Silver berdiri sebagai benteng tradisi di Kotagede, Yogyakarta, bekas ibu kota Kesultanan Mataram. Workshop kami adalah museum hidup, tempat seni kriya perak Jawa yang luhur dirawat dan diberi nafas baru.
Sejak dirintis oleh Karto Oetomo pada 1930, warisan ini terus tumbuh di era Salim Widardjo. Estafet kebanggaan ini kini dijaga oleh Priyo Salim, sang generasi ketiga.
Pada tahun 1987, terinspirasi oleh buku Power and Gold, Priyo mengubah haluan workshop menuju penciptaan perhiasan perak kerajinan tangan. Ia mengabdikan hidupnya untuk menghidupkan kembali teknik rumit Jawa seperti Repoussé (tatah timbul) dan Filigree (krawangan).
Kini, generasi ke-4 telah melangkah maju untuk memoles dan mengangkat warisan ini lebih tinggi. Kami terus melahirkan karya yang bukan sekadar perhiasan, melainkan seni yang bisa dikenakan—sebuah penghormatan pada masa lalu yang menyatu dengan desain masa depan.
Jejak Langkah
Dari workshop keluarga sederhana menjadi penjaga warisan perak Kotagede.
Awal Mula
Karto Oetomo, kakek Priyo Salim, meletakkan batu pertama dengan mendirikan 'KD', usaha perak yang berfokus pada perabotan rumah tangga halus. Sejarah awal ini terdokumentasikan dalam buku Pienke W.H. Kal, 'Yogya Silver: Renewal of a Javanese Handicraft' (2005).
Episode Baru
Melanjutkan karya ayahnya, Salim Widardjo mendirikan 'Salim' Silver. Ia memperluas cakupan kriya dengan memperkenalkan miniatur perak yang rumit—termasuk becak, andong, dan patung tradisional—menetapkan standar baru dalam detail.
Generasi Ketiga
Warisan berlanjut saat Priyo Salim bergabung. Sambil menempuh studi Kartografi di Universitas Gadjah Mada, ia membawa perspektif segar ke dalam workshop tradisional.
Titik Balik
Momen yang menentukan tiba. Terinspirasi oleh buku 'Power and Gold', Priyo Salim mengarahkan workshop ke tujuan baru: perhiasan perak kerajinan tangan khas Jawa, memadukan tradisi dengan seni.
Jangkauan Global
Komitmen terhadap kualitas membuahkan hasil. Salim Silver menembus pasar global, mengekspor perhiasan kerajinan tangannya ke klien di seluruh Amerika Serikat, Asia dan Eropa.
Modernisasi
Generasi ke-4 tampil ke depan untuk meneruskan obor estafet. Mereka mulai memodernisasi operasional bisnis, memastikan teknik kuno tetap relevan dan berkembang di era digital.
Museum Hidup
Hari ini, Salim Silver berdiri tegak sebagai penjaga warisan. Workshop kami tetap menjadi museum hidup, terbuka bagi siapa saja yang ingin belajar dan menyaksikan penciptaan 'seni masa depan' yang menghormati masa lalu.
Nilai Kami
Tradisi
Kami berdedikasi pada pembaruan tradisi perak Kotagede, memastikan keterampilan ini tidak hanya dilestarikan, tetapi juga berevolusi untuk masa depan.
Kualitas
Kami hanya menggunakan perak sterling 925 terbaik dan batu permata yang bersumber secara etis. Setiap karya diperiksa dengan ketat untuk memenuhi standar tinggi kami.
Keberlanjutan
Kami berkomitmen pada praktik berkelanjutan, mulai dari pengadaan bahan yang bertanggung jawab hingga meminimalkan limbah di workshop kami.
Ciptakan Perhiasan Perak Anda Sendiri
Pelajari tradisi Kotagede. Bergabunglah dengan kelas workshop kami untuk mempelajari seni kriya perak dan buat karya unik Anda sendiri secara langsung.
Pesan Kelas Workshop